Review Singkat THE SCIENCE OF FICTION

THE SCIENCE OF FICTION, Film Indonesia yang wajib ditonton!





Bagi kalian pecinta film tanah air, pastinya sudah tidak asing dengan film satu ini. The Science Of Fiction atau dalam Bahasa Indonesia berjudul Hiruk pikuk Al Kisah. 

Film ini menceritakan tentang kehidupan sederhana seorang pria pedalaman yang kehilangan lidahnya karna menyaksikan pembuatan video pendaratan bulan palsu yang direkam di desanya. Film yang sudah keliling bioskop dunia dan menyabet banyak penghargaan ini akhirnya ditayangkan oleh salah satu platform streaming film.
 
Lalu apasih yang menjadikan The Science Of Fiction harus ditonton banyak orang? yuk simak alasan berikut.



1. Ide Cerita Yang Fresh.

The Science Of Fiction mengangkat tema pengaruh sains dan teknologi yang imajinatif, yang jarang dipakai dalam industri perfilman di Indonesia. Ide cerita yang segar inilah yang kemudian menjadikan para penonton tidak bosan dan menjadi poin plus tersindiri bagi film The Science Of Fiction.
 
 

2. Cerita Realistis Yang Digambarkan Secara Puitis.

Sutradara film ini, Yosef Anggi Noe. Mengajak penonton untuk melihat bagaimana posisi seseorang yang mengetahui segala kebohongan namun, kesulitan menyampaikannya karna dibungkam para pihak yang berkuasa.
 
 

3. Sinematografi Yang Disesuaikan.

Film yang berlatar orde baru ini menggunakan aspek rasio 3:4 efek hitam putih, lalu menggunakan rasio widescreen setibanya tokoh utama berada dikota. Efek ini kemudia menjadi seni tersendiri dan menambah makna-makna tertentu yang terkandung didalamnya.

 

4. Soundtrack Film Yang Keren.

Lagu "Orang Miskin Dilarang Mabuk" yang dinyanyikan oleh Libertaria dan Sirin Farid Stevy ini menambah warna dalam film The Science Of Fiction yang ceritanya lumayan berat.



Bagi kalian yang penasaran dan tertarik ingin menonton, namun tidak sempat pergi ke Bioskop. Sekarang tanggal 1 Februari 2022 The Science Of Fiction resmi tayang di Netflix.
 
SELAMAT MENONTON.